IPI Berkomitmen Ciptakan Kemandirian Pesantren

IPI Berkomitmen Ciptakan Kemandirian Pesantren

Surabaya – Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Jawa Timur wilayah timur yang meliputi Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Situbondo, Jember, Lumajang dan Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi di Wisma Wakil Bondowoso, akhir pekan lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bondowoso, Muhammad Hidayah mengatakan, IPI saat ini tengah fokus untuk memperkuat organisasi dan berkoordinasi program kerja ke depan melalui usaha-usaha kemandirian pesantren di enam kabupaten.

Hasilnya, dengan terbentuknya pengurus di tingkat kecamatan, nantinya DPC IPI akan mem-breackdown program kerja IPI untuk membantu pesantren di wilayah timur dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) para santri, sehingga mampu mandiri dalam bidang ekonomi.

“Saya meyakini ke depan IPI akan melahirkan santri-santri yang unggul, berakhlak karimah, memiliki kemandirian dan daya saing yang unggul. Dan, dalam pertemuan ini nantinya akan menerbitkan kartu santri yang bekerjasama dengan beberapa bank,” terangnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) yang pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Wonorejo Pasuruan,
KH RK Zaini Ahmad menjelaskan, pesantren yang mayoritas terdiri para santri harus bisa menjadikan pesantren mandiri, independen dan berkualitas.

“Santri harus bisa melanjutkan perjuangan para ulama. Tentunya, para santri harus meningkatkan kapasitas pesantren. Jadi, santri harus bisa hadir dalam menggerakkan dan meningkatkan perekonomian di masyarakat,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kualitas para santri, lanjutnya, harus ditopang dengan dunia pendidikan yang mumpuni.

Gus Zaini juga menambahkan, para pendidik seperti ustadz dan ustadzah harus siap dalam hal ukhrawiyah (keagamaan) dan duniawi (ekonomi) untuk meningkatkan SDM para santri.

“Jika SDM para santri berkualitas, tentunya akan berdampak pada lingkungan masyarakat di sekitarnya. Sehingga, ada peningkatan perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Program kerja IPI harus didukung oleh pemerintah. Artinya, ulama dan umaro harus bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar negara ini bisa makmur, adil dan sejahtera.

“Pemerintah dan pesantren harus bersinergi. Karena pemerintah sebagai penyelenggara sistem pemerintahan yang terangkum dalam undang-undang hukum di Indonesia. Sedangkan hukum syariah (agamanya) adalah para ulama. Ini harus seimbang,” jelasnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yang saat ini telah memperhatikan lembaga di pesantren melalui Bosda.

“Setidaknya dengan Bosda, semua lembaga pendidikan di pesantren di Bondowoso akan terbantu. Saya lihat di Bondowoso sudah bagus dan ada perhatian kepada Madin-madin di pesantren,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut, melalui telepon selulernya mengatakan, DPC IPI Bondowoso harus mampu mengaktualisasikan pemikiran-pemikiran yang dapat berkontribusi secara positif, bagi kemandirian pesantren, khususnya di bidang ekonomi.

SUMBER

Share